SNI dan ISO sama-sama berbicara tentang standar, tetapi yang dinilai berbeda.
| Aspek | SNI (sertifikasi produk) | ISO (sistem manajemen) |
|---|---|---|
| Yang dinilai | Produk, misalnya helm, mainan anak, air minum dalam kemasan | Cara organisasi bekerja, misalnya mutu (ISO 9001), lingkungan (ISO 14001), K3 (ISO 45001) |
| Wajib atau tidak | Wajib bila diberlakukan melalui regulasi teknis kementerian; selebihnya sukarela | Sukarela, tetapi sering diminta dalam tender atau oleh pembeli besar |
| Penerbit sertifikat | Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro) terakreditasi KAN | Lembaga sertifikasi sistem manajemen terakreditasi KAN atau anggota IAF |
| Hasil | Sertifikat produk penggunaan tanda SNI (SPPT-SNI) | Sertifikat ISO untuk ruang lingkup tertentu |
Kapan SNI menjadi wajib
Bila suatu SNI diberlakukan wajib, produk yang tidak memenuhinya tidak boleh diedarkan. Cara termudah mengetahuinya adalah memeriksa apakah produk Anda tercantum dalam regulasi teknis kementerian terkait. Produk pangan yang SNI-nya wajib, seperti air minum dalam kemasan, juga harus didaftarkan ke BPOM.
Manfaat ISO bagi usaha
- Memenuhi persyaratan tender atau calon pembeli;
- Membuat proses kerja tertulis dan konsisten;
- Memudahkan audit pelanggan dan menurunkan kesalahan berulang.
Waspadai sertifikat yang tidak terakreditasi
Sertifikat SNI dan ISO bernilai bila diterbitkan lembaga yang terakreditasi. Periksa status akreditasi lembaga sertifikasi melalui KAN sebelum membayar.
Ajukan lewat Perizinan Online Legalku
Pilih Sertifikasi SNI atau Sertifikasi ISO di halaman Perizinan Online, tuliskan produk atau ruang lingkupnya, dan tim Legalku membantu memetakan persyaratan sebelum Anda memilih lembaga sertifikasi.
Tim Hukum Legalku · Artikel ini informasi umum, bukan pendapat hukum atas perkara tertentu.