Banyak perkara menjadi sulit bukan karena posisi hukumnya lemah, melainkan karena langkah awal yang keliru: bukti hilang, dokumen ditandatangani terburu-buru, atau tenggat waktu terlewat. Tujuh langkah berikut membantu Anda menjaga posisi hukum sejak hari pertama.
1. Tenangkan diri dan tulis kronologi
Catat apa yang terjadi, kapan, di mana, siapa saja yang terlibat, dan siapa saksinya. Kronologi yang ditulis saat ingatan masih segar sangat berharga bagi advokat Anda.
2. Amankan bukti
Simpan perjanjian, kuitansi, bukti transfer, surat, foto, dan tangkapan layar percakapan beserta tanggalnya. Buat salinan dan simpan di tempat terpisah. Jangan menghapus pesan, meskipun isinya merugikan Anda.
3. Jangan menandatangani apa pun di bawah tekanan
Surat pernyataan, surat pengakuan utang, perjanjian perdamaian, atau berita acara sebaiknya dibaca dengan tenang dan dikonsultasikan lebih dulu. Tanda tangan dapat mengikat Anda lebih jauh daripada yang Anda kira.
4. Perhatikan tenggat waktu
- Delik aduan. Untuk tindak pidana yang hanya dapat dituntut atas pengaduan, pengaduan harus diajukan dalam 6 bulan sejak diketahuinya tindak pidana bagi yang tinggal di Indonesia, atau 9 bulan bagi yang tinggal di luar negeri (Pasal 29 KUHP).
- Banding perkara perdata. Permohonan banding diajukan dalam 14 hari sejak putusan diucapkan atau diberitahukan (Pasal 7 ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 1947).
- Perselisihan kerja. Perundingan bipartit dengan pengusaha wajib ditempuh lebih dulu dan diselesaikan paling lama 30 hari kerja sejak dimulai (Pasal 3 UU Nomor 2 Tahun 2004).
5. Hindari main hakim sendiri dan unggahan di media sosial
Menyelesaikan masalah dengan ancaman, mengambil barang orang lain, atau membeberkan persoalan di media sosial dapat menimbulkan perkara baru, misalnya pencemaran nama baik. Selesaikan melalui jalur hukum.
6. Bila dipanggil polisi, datang dengan pendamping
Penyidik wajib memberitahukan hak tersangka atas bantuan hukum (Pasal 31 KUHAP), dan advokat mendampingi selama jalannya pemeriksaan (Pasal 32). Konsultasikan surat panggilan sebelum hadir.
7. Konsultasikan sedini mungkin
Konsultasi awal membantu Anda memahami pilihan solusi: berdamai, mediasi, somasi, gugatan, atau laporan pidana. Ceritakan semuanya secara terbuka; advokat wajib merahasiakannya (Pasal 19 UU Advokat). Bila Anda tidak mampu membayar, tanyakan tentang bantuan hukum cuma-cuma.
Tim Hukum Legalku · Artikel ini informasi umum, bukan pendapat hukum atas perkara tertentu.